«

»

Jan 22

Penyakit dan Penanganannya

PENYAKIT & PENANGANAN

Segala terapi yang diberikan dengan menggunakan metode Kultivasi QRAK sangat aman dan tidak menimbulkan hal-hal yang membahayakan pasien. Jika praktisi Kultivasi Q-RAK melakukan kesahalan pemberian energi, maka tidak akan menimbulkan dampak bahaya apapun, karena kultivasi Q-RAK merupakan energi cerdas yang berasal dari kesadaran tingkat tinggi praktisi.

 

Kultivasi QRAK sebenarnya akan melakukan penyembuhan secara otomatis pada pasien sesuai sakit penyakit yang dialami pasien.Hal itu terjadi karena kecerdasan tingkat tinggi dari kultivasi QRAK yang berasal dari kesadaran tingkat tinggi praktisi yang mengatur secara otomatis energi-energi yang dibutuhkan untuk menyembuhkan pasien dan memusnahkan semua penyebab sakit penyakit pasien.

Intinya adalah keyakinan yang tinggi terhadap keajaiban kultivasi QRAK dan kemahakuasaan Tuhan dan memasrahkan semuanya kepada Tuhan, maka segala keajaiban kesembuhan akan terjadi.Saat melakukan penyembuhan sakit penyakit diri hanya perlu melakukan 3 hal berikut ini terhadap pasien:

 

Diri niatkan Roh Sejati menggunakan kekuatan X1 untuk:

  1. 1.    Meningkatkan stamina tubuh pasien.
  2. 2.    Menyembuhkan segala kerusakan tubuh yang diakibatkan oleh penyakit ….(sebutkan nama sakit penyakit tersebut).
  3. 3.    Memusnahkan penyebab penyakit……(sebutkan nama sakit penyakit tersebut).

 

Pasrahkan segala sesuatunya pada Kuasa Tuhan yang bekerja melalui kultivasi Q-RAK yang mengalir pada tubuh pasien, maka banyak mukjizat akan terjadi saat melakukan penyembuhan pada pasien walaupun praktisi Q-RAK tidak memahami apa penyebab sakit penyakit pasien.

 

Akan tetapi banyak praktisi yang memiliki kebiasaan untuk mengetahui lebih detail sakit penyakit yang dialami pasien sehingga lebih mantap untuk menyembuhkan pasien dengan tehnik yang lebih detail. Hal tersebut juga dapat dilakukan. Intinya siapapun praktisi yang melakukan penyembuhan dengan penuh keyakinanan akan keajaiban kultivasi Q-RAK dan kemahakuasan Tuhan, dengan tehnik apapun yang dia lakukan akan berdampak penyembuhan yang ajaib.

 

Sebelum memberikan terapi penyembuhan kepada pasien ada baiknya untuk menanyakan keluhan-keluhan ataupun gejala penyakit yang dialami. dan kemudian bisa juga menanyakan kepada pasien apakah sebelumnya telah melakukan pemeriksaan secara medis sehingga berdasarkan pemeriksaan medis telah diketahui penyebab sakit penyakit yang diderita pasien. Jika telah mengetahui penyebab sakit penyakit dari hasil pemeriksaan medis, bisa segera menggunakan cara penanganan penyakit yang akan diberikan penjelasannya pada Bab ini. Jika pasien belum pernah melakukan pemeriksaan secara medis, maka praktisi dapat melakukan pemeriksaan dengan menggunakan kemampuan mata ketiga yang diri miliki atau bisa juga menyimpulkan kemungkinan penyebab sakit penyakit dari keluhan maupun gejala yang dialami pasien.

 

Hal-hal berikut dapat menjadi dasar untuk melakukan pemeriksaan penyebab sakit penyakit berdasarkan kemampuan mata ketiga yang dimiliki:

  1. Gangguan sistem cakra, aura kotor, sifat jahat, karma negative
  2. Sel kanker, Sel tumor, DNA kanker, DNA tumor
  3. Infeksi virus, bakteri, kuman, jamur
  4. Radiasi karsinogenik: zat radioaktif, radiasi ultraviolet
  5. Alergi: keberadaan histamin pada seluruh tubuh, peradangan tubuh, infeksi tubuh
  6. Zat kimia dan racun berbahaya
  7. Kondisi darah beserta pembuluh darah: kekentalan darah, kadar trombosit, kadar hemoglobin, kadar limfosit, penyumbatan pembuluh darah, luka, peradangan dan kerusakan pembuluh darah
  8. Kondisi syaraf beserta pembuluh syaraf: ketegangan syaraf, lemah syaraf, luka, peradangan dan kerusakan syaraf
  9. Kondisi kejiwaan: stress, trauma, emosi negative, hambatan mental

10. Pola makan: kadar kolesterol, kadar lemak, kadar gula, kadar protein, vitamin dan mineral, asam urat

11. Luka, peradangan, kerusakan pada organ dan jaringan di kepala, leher, dada, perut, bawah perut, alat reproduksi, kaki, tangan, tulang belakang, seluruh tulang, otak, mata, hidung, mulut, saluran pernapasan, jantung, hati, pancreas, paru, ginjal, empedu, lambung, usus, kelenjar getah bening.

 

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan saat memberikan terapi pada diri sendiri ataupun pada pasien jika proses penyembuhan akan diberikan secara detail:

  1. 1.    Kelebihan kadar lemak

Lumerkan lemak pada area tubuh yang diinginkan dan keluarkan melalui saluran pembuangan tubuh.

  1. 2.    Kelebihan kadar kolesterol

Menormalkan kadar kolesterol darah dan dapat pula mengeluarkan kelebihan kadar kolesterol pada darah dan tubuh dan keluarkan melalui saluran pembuangan tubuh.

  1. 3.    Kelebihan gula darah

Menormalkan kadar gula darah dan dapat juga mengeluarkan kelebihan kadar gula pada darah dan tubuh dan keluarkan melalui saluran pembuangan tubuh.

  1. 4.    Kelebihan kadar protein

Menormalkan kadar protein

  1. Kelebihan kadar purin

Menormalkan kadar purin

  1. 6.    Kelebihan kadar zat besi

Menormalkan kadar zat besi

  1. 7.    Kelebihan kadar asam urat

Menormalkan kadar asam urat

  1. 8.    Penumpukan cairan pada bagian tubuh

Keluarkan penumpukan cairan pada bagian-bagian tubuh yang didinginkan dan keluarkan melalui saluran pembuangan.

  1. 9.    Penumpukan zat kimia karsinogenik pada tubuh

keluarkan penumpukan zat karsinogenik pada tubuh melalui saluran pembuangan tubuh.

10. Racun makanan ataupun racun bakteri dan jamur

Dimusnahkan pada seluruh darah, seluruh cairan tubuh, dan seluruh otak dan sisanya yang sulit dimusnahkan dikeluarkan dari seluruh tubuh melalui saluran pembuangan tubuh.

11. Zat radioaktif

Dikeluarkan dari bagian-bagian tubuh yang terkena melalui saluran pembuangan tubuh (sulit untuk dimusnahkan).

12. Radiasi ultraviolet dan radiasi ionic

Hanya perlu dikeluarkan dari tubuh melalui saluran pembuangan tubuh

13. Kerusakan sel karena serangan virus

Khusus sel limfosit yang rusak akibat serangan virus HIV, maka harus diperbaiki kerusakan sel tersebut agar tidak digunakan virus HIV untuk membiakkan diri.

14. Kadar trombosit darah yang rendah

Tingkatkan perkembangan trombosit pada seluruh darah hingga mencapai kadar yang normal.

15. Kadar hemoglobin darah yang rendah

Tingkatkan perkembangan hemoglobin pada seluruh darah hingga mencapai kadar yang normal.

16. Kadar limfosit yang lemah

Tingkatkan perkembangan limfosit pada seluruh darah hingga mencapai kadar yang normal.

17. Darah kental

Buat sel-sel darah merah yang saling bertumpuk untuk memisahkan diri dan normalkan derajat keasaman pada darah.

18. Penggumpalan darah

Melancarakan sirkulasi darah, dan memusnahkan semua penyumbat-penyumbat pada sirkulasi darah agar semua penyumbat tersebut dimusnahkan.

19. Batu empedu

Hancurkan batu empedu hingga mencapai pecahan yang halus dan tidak menimbulkan penyumbatan dan luka dan peradangan pada kandung empedu dan keluarkan pecahan tersebut dari kandung empedu melalui saluran pembuangan tubuh.

20. Batu ginjal

Hancurkan batu ginjal hingga mencapai pecahan yang halus dan tidak menimbulkan penyumbatan dan luka dan peradangan pada ginjal dan keluarkan pecahan tersebut dari ginjal melalui saluran pembuangan tubuh.

21. Gangrene pada organ

Menetralisir gangren pada organ

22. Jaringan parut atau sirosis pada hati

Menyembuhkan seluruh jaringan dan peradangan pada hati.

23. Jaringan parut pada sistem syaraf

Menormalkan seluruh jaringan pada sistem syaraf.

24. Myelin yang hilang akibat antibody penghancur myelin

Menormalkan myelin yang hilang dan menormalkan antibody yang menghancurkan myelin.

25. Neurotransmiter pecandu narkoba

Menormalkan neurotransmiter pecandu narkoba

26. Neurotransmiter pecandu rokok

Menormalkan neurotransmiter pecandu rokok

27. Neurotransmiter psikosomatis

Menormalkan neurotransmitter psikosomatis

28. Neurotransmiter epilepsy

Menormalkan neurotransmiter epilepsy

29. Neurotransmiter Alzheimer

Menormalkan neurotransmiter Alzheimer

30. Neurotransmiter Schizoprenia

Menormalkan neurotransmitter schizoprenia

31. Hilangnya sel syaraf dan sinapsis

Menormalkan sel syaraf dan sinapsis yang mengalami kehilangan.

32. Gen alzeimer

Menormalkan gen alzeimer

33. Traumatik, depresi, hambatan mental

Menyembuhkan traumatic dan luka bathin dan depresi serta menormalkan seluruh alam bawah sadar hingga mencapai titik normal seutuhnya.

34. Luka, peradangan dan kerusakan pada organ

Sembuhkan luka, peradangan dan kerusakan pada organ hingga sempurna dan bisa juga ditumbuhkan sel induk pada luka, peradangan dan kerusakan organ untuk mempercepat kesembuhan organ.

35. Pembuluh darah yang pecah

Menyembuhkan dan menormalkan pembuluh darah yang pecah.

36. Terputusnya serabut syaraf

Menyembuhkan dan memperbaiki serabut syaraf yang terputus.

37. Kekurangan oksigen

Tingkatkan oksigen murni pada darah

38. Ketegangan syaraf dan lemah syaraf

Kendorkan syaraf yang tegang dan tingkatkan stamina syaraf

39. Salah urat

Penyaluran energi melalui telapak tangan secara langsung menempelkan telapak tangan pada area salah urat selama 30 menit  setiap kali terapi.

40. Syaraf kejepit

Penyaluran energi melalui telapak tangan secara langsung menempelkan telapak tangan pada area syaraf kejepit selama 30 menit  setiap kali terapi.

41. Kekurangan vitamin dan mineral

Tingkatkan kadar vitamin dan mineral sesuai kebutuhan pada darah dan cairan seluruh tubuh. Baik pula untuk mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral.

42. Dehidrasi

Tingkatkan kadar cairan elektrolit pada darah dan cairan tubuh dan baik pula untuk meminum cairan elektrolit.

43. Untai DNA yang hilang pada tubuh

Tumbuhkan untai DNA yang hilang hingga sempurna

44. Down Sindrom

Normalkan keragaman DNA dan sembuhkan kerusakan DNA dan kerusakan syaraf.

45. Autis

Sembuhkan kerusakan Dna dan kerusakan syaraf.

46. Kelainan DNA

Memperbaiki dan menormalkan dna

47. DNAkanker

Musnahkan DNA kanker

48. DNAtumor

Musnahkan DNA tumor

49. Sel kanker

Musnakan sel kanker hingga seluruh benih dan akar-akarnya.

50. Sel tumor

Musnahkan sel tumor hingga seluruh benih dan akar-akarnya.

51. Kista

Memusnahkan sel kista pada area yang terserang.

52. Kutil

Musnahkan virus Human Papilloma Virus yang membiakan sel kutil dan musnahkan sel kutil pada area kulit tubuh yang terkena hingga seluruh benih dan akar-akarnya.

53. Luka Bakar

Memperbaiki seluruh jaringan kulit yang rusak, mempercepat pengangkatan sel kulit mati dan mempercepat pertumbuhan sel kulit baru, memusnahkan virus, bakteri, kuman yang menginfeksi.

54. Tulang punggung bungkuk

Meningkatkan massa tulang, menormalkan kepadatan tulang dan struktur tulang.

55. Tulang patah

Memperbaiki kerusakan struktur tulang dan menyambungnya kembali tulang yang patah.

56. Pengapuran tulang

Memperbaiki kerusakan jaringan tulang, meningkatkan massa tulang dan meningkatkan kepadatan tulang.

57. Pengeroposan tulang

Memperbaiki kerusakan jaringan tulang, meningkatkan massa tulang dan meningkatkan kepadatan tulang.

58. Kelebihan hormone tertentu dan kekurangan hormone tertentu yang memicu penyakit

Normalkan kadar hormone tertentu tersebut pada tubuh.

59. Memusnahkan bakteri

Musnahkan permanen dan sempurna hingga seluruh benih dan akar-akarnya seluruh bakteri yang menyerang tubuh.

60. Memusnahkan virus

Musnahkan permanen dan sempurna hingga seluruh benih dan akar-akarnya seluruh virus yang menyerang tubuh.

61. Memusnahkan kuman

Musnahkan permanen dan sempurna hingga seluruh benih dan akar-akarnya seluruh kuman yang menyerang tubuh.

62. Memusnahkan jamur

Musnahkan permanen dan sempurna hingga seluruh benih dan akar-akarnya seluruh kuman yang menyerang tubuh.

63. Telomere

Membiakkan dan mengembangkan telomere pada seluruh DNA tubuh hingga sempurna.

64. Enzim Telomerase

Membiakkan dan mengembangkan enzim telomerase pada seluruh sel tubuhhingga sempurna.

 

Pada saat melakukan terapi penyembuhan, jika waktu untuk terapi sangat terbatas maka titik khusus penyaluran energi dapat diabaikan. Tetapi jika waktu yang dimiliki cukup untuk memberikan penyaluran energi pada titik khusus pada tubuh pasien, maka hal tersebut sangat baik untuk dilakukan.

 

Beberapa penyakit dan cara penanganannya akan dijelaskan di dalam Bab ini. Akan tetapi dalam mempraktekannya dapat disesuaikan dengan kondisi pasien, karena seringkali masing-masing pasien memiliki kondisi yang berbeda, cara penanganan penyakit yang akan diberikan disini hanyalan garis besarnya saja, dan dengan banyak melakukan praktek akan memiliki pengetahuan yang lebih luas terhadap penyakit dan cara menanganinya.

 

 Halaman Selanjutnya   >>>